Aturan TRC BPBD Kota Sungai Penuh

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

( BPBD )

KOTA SUNGAI PENUH

Jl. Yos Sudarso No. 47    Telp. (0748) 22086 Fax. (0748) 22086     Kode Pos 37115

 

 

 

 

PERATURAN

KEPALA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

KOTA SUNGAI PENUH

NOMOR :      TAHUN 2011

TENTANG

PROSEDUR TETAP TIM REAKSI CEPAT

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

KOTA SUNGAI PENUH

Menimbang :    bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 (1) Qanun Nomor 13 Tahun 2010 Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sungai Penuh perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sungai Penuh tentang Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BPBD.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang   Penanggulangan  Bencana  (Lembaran Negara   Republik Indonesia Tahun 2007 nomor 66,  Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia   Nomor 4723);

2.Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana  (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik  Indonesia Nomor 4828);

3.  Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana;

4. Keputusan Presiden Nomor 29/M Tahun 2008 tanggal 23 April 2008..

 

 MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN KEPALA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH TENTANG PROSEDUR TETAP TIM REAKSI CEPAT BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA.

 Pasal 1

Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BPBD sebagaimana tersebut dalam Lampiran Peraturan ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan Qanun Nomor 13 Tahun 2010 Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sungai Penuh yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini.

 Pasal 2

Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BPBD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, dipergunakan sebagai acuan bagi Tim Reaksi Cepat BPBD dalam melaksanakan tugas penanganan darurat bencana.

 Pasal 3

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini, akan diatur kemudian.

 Pasal 4

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Sungai Penuh

Pada tanggal    Juli  2011

BADAN PENANGGULANGAN  BENCANA DAERAH

KOTA SUNGAI PENUH

KEPALA PELAKSANA

ASMALDI SE,MSi

                                                                                                                      Pembina tingkat. I

NIP. 19630904 199207 1 001

 

 

 

 

 

LAMPIRAN :         PERATURAN KEPALA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH       KOTA SUNGAI PENUH

NOMOR         : 01  TAHUN 2011

TANGGAL     :     JULI  2011

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Kota Sungai Penuh merupakan wilayah yang rawan dari berbagai bencana dan apabila terjadi bencana, maka masyarakat yang terkena bencana berhak mendapat pelayanan dan perlindungan berdasarkan standar pelayanan minimum mulai dari pencarian, penyelamatan, evakuasi, pertolongan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana meliputi pangan, sandang, air bersih dan sanitasi, pelayanan kesehatan, dan penampungan/hunian sementara. Untuk itu perlu kegiatan pengkajian/penilaian cepat terhadap korban meninggal dunia, luka-luka, pengungsi, kerusakan perumahan/kantor/sarana ibadah/sarana pendidikan, sarana dan prasarana vital lainnya.

Pada saat tanggap darurat bencana terdapat berbagai permasalahan. antara lain waktu yang sangat singkat, kebutuhan yang mendesak dan berbagai kesulitan koordinasi antara lain yang disebabkan karena banyaknya institusi yang terlibat dalam penanganan darurat bencana, kompetisi dalam pengerahan sumber daya dan ketidakpercayaan kepada instansi pemerintah. Hal ini perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif dalam rangka memperlancar penyelenggaraan penanganan darurat bencana.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu ditugaskan Tim Reaksi Cepat dari berbagai instansi/institusi yang bekerja berdasarkan Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BPBD.

Tujuan

Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BPBD bertujuan memberikan panduan bagi personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat BPBD untuk dapat melaksanakan tugas secara cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi.

Dasar Hukum

Undang Undang Dasar Tahun 1945.

  1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana.
  4. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
  5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja BPBD.

D.      Pengertian

  1. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
  2. Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
  3. Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
  4. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat, dan teror.
  5. Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana,  tanggap darurat, dan rehabilitasi.
  6. Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, prasarana dan sarana.
  7. Bantuan darurat bencana adalah upaya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pada saat keadaan darurat.
  8. Pengungsi adalah orang atau sekelompok orang yang terpaksa atau dipaksa keluar dari tempat tinggalnya untuk jangka waktu yang belum pasti sebagai akibat dampak buruk bencana.
  9. Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana.

10. Tim Reaksi Cepat BPBD disingkat TRC BPBD adalah suatu Tim yang dibentuk oleh Wali Kota Sungai Penuh, terdiri dari instansi/lembaga teknis/non teknis terkait yang bertugas melaksanakan kegiatan kaji cepat bencana dan dampak bencana pada saat tanggap darurat meliputi penilaian kebutuhan (Needs Assessment), penilaian kerusakan dan kerugian (Damage and Loses Assessment) dalam penanganan darurat bencana.

11. Penilaian kebutuhan (Needs Assessment) adalah serangkaian kegiatan untuk menentukan jumlah dan jenis bantuan yang diperlukan dalam upaya penyelamatan korban bencana meliputi SAR, bantuan medis, penyediaan pangan, penyiapan penampungan sementara, penyediaan air bersih dan sanitasi.

12. Penilaian kerusakan dan kerugian (Damage and Loses Assessment) adalah serangkaian kegiatan untuk pengumpulan data primer dan sekunder tentang jenis, waktu, lokasi danpenyebab bencana serta kondisi mutakhir (korban, kerusakan dan kerugian serta dampak bencana).

13. Mengaktivasi Posko adalah serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan personil, sarana dan prasarana Pusdalops menjadi Posko dalam rangka efektifitas penanganan darurat bencana.

  

BAB II

TUGAS POKOK DAN FUNGSI TRC BPBD

 

  1. A.   Tugas Pokok TRC BPBD

TRC BPBD mempunyai tugas pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan pemerintahan serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan serta saran yang tepat dalam upaya penanganan bencana.

.B.   Fungsi TRC BPBD

Untuk melaksanakan tugas tersebut diatas, TRC BPBD mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Melaksanakan pengkajian awal segera setelah terjadi bencana pada saat tanggap darurat.
  2. Membantu Kecamatan untuk :
    1. Mengaktivasi Posko Kecamatan.
    2. Memperlancar koordinasi dengan seluruh sektor yang terlibat dalam penanganan bencana.
    3. Menyampaikan saran yang tepat dalam untuk upaya penanganan bencana.
    4. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara periodik kepada Wali Kota dan Kepala BPBD dengan tembusan atasan langsung anggota Tim dari sektor terkait. Kota :

a. Laporan awal setelah tiba di lokasi bencana.

b. Laporan berkala/perkembangan (harian dan insidentil/ khusus).

c. Laporan lengkap/akhir penugasan.

Persyaratan AnggotaTRC BPBD

    1. Kualifikasi Personil

a. Sehat jasmani/rohani.

b. Telah mengikuti pelatihan/workshop TRC.

c. Berpengalaman di bidang kedaruratan bencana.

  1. Bersedia ditugaskan ke lokasi bencana minimal 3 s.d 7 hari.
  2. Setiap saat, selama masa penugasannya siap sedia dengan perlengkapan perorangannya di kantor/kendaraan atau di rumah yang dapat diambil dalam waktu relatif singkat/cepat.

Perlengkapan TRC BPBD

Perlengkapan TRC BPBD terdiri dari perlengkapan perorangan dan perlengkapan Tim (Format-1).

BAB III

PENUGASAN TRC BPBD

TRC BPBD melaksanakan tugas dengan tahapan meliputi Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan dan Tahap Pengakhiran sebagai berikut :

A. Tahap Persiapan

1. Informasi Awal Darurat Bencana

Kepala Bidang Logistik dan Darurat BPBD Sungai Penuh Up. Kepala Seksi Tanggap Darurat akan mengirimkan informasi kepada seluruh personil TRC BPBD dengan tembusan kepada atasan masing-masing sesaat setelah terjadinya bencana dengan eskalasi tertentu melalui sarana komunikasi telepon/HP/facsimile/sms/email.

2. Penugasan Tim Reaksi Cepat

a. Konfirmasi Kesediaan Perorangan.

1)      Anggota TRC BPBD pada kesempatan pertama melaporkan kepada atasan masing-masing tentang kesiapan untuk melaksanakan tugas.

2)      Atasan dari Anggota TRC BPBD memberikan jawaban atas kesiapan anggotanya untuk melaksanakan tugas dalam Tim Reaksi Cepat BPBD.

3)      Anggota TRC BPBD wajib segera membalas dan memberikan jawaban dalam waktu yang telah ditentukan pada informasi awal darurat bencana kepada Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Up. Kepala Seksi Kedaruratan BPBD tentang kesiapan melaksanakan tugas melalui sarana komunikasi.

b. Penetapan Penugasan.

1)      Memilih dan menyusun komposisi anggota TRC BPBD yang disesuaikan dengan macam/jenis bencana dan keahliannya yang dituangkan dalam Surat Perintah Kepala BPBD terdiri dari :

a) Ketua Tim                      : Personil BPBD atau Instansi/ Lembaga terkait

b) Anggota                         : Personil BPBD dan Instansi/ Lembaga terkait

c) Petugas Administrasi   : Personil BPBD

2)      Mengirimkan informasi kepada personil yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas sebagai personil TRC BPBD untuk macam/jenis bencana yang terjadi.

3)      Memberikan informasi dan ucapan terima kasih kepada personil yang siap untuk melaksanakan tugas, tetapi tidak ditunjuk dalam TRC BPBD.

3. Mobilisasi Awal

a.    BPBD menyelesaikan kelengkapan administrasi, keuangan dan perlengkapan yang diperlukan Tim.

b.    BPBD menyampaikan informasi penugasan TRC BPBD kepada pejabat yang berwenang di Kecamatan.

c.    Segera setelah penetapan TRC dilakukan pembagian tugas sebagai berikut:

1) Ketua Tim

a)    Membuat konsep awal Rencana Kedatangan dan Rencana Aksi (Format-2).

b)    Melaksanakan pengecekan kesiapan personil Tim melalui sarana komunikasi telepon/HP.

2) Personil BPBD yang bertugas sebagai Petugas Administrasi Tim menyelesaikan administrasi keuangan, transportasi, peralatan dan dukungan sarana pendukung Tim.

3)  Anggota Tim dari sektor terkait berangkat dari kantor/rumah masing-masing dengan membawa perlengkapan pribadi dan sarana pendukung tugas menuju ke kecamatan atau tempat yang telah ditentukan.

4) Setelah seluruh personil Tim berkumpul di BPBD atau tempat yang telah ditentukan:

a)    Menyempurnakan Rencana Kedatangan dan Rencana Aksi (Format-2).

b)    Pembagian tugas personil Tim.

c)    Menyelesaikan administrasi dan pengecekan kesiapan personil, perlengkapan dan sarana pendukung lainnya.

d)    Penyerahan dan penerimaan peralatan, dokumen dan keuangan dari BPBD.

B. Tahap Pelaksanaan

1. Pemberangkatan TRC BPBD

TRC BPBD berangkat menuju ibukota Kecamatan atau lokasi bencana dengan sarana transportasi yang telah ditentukan.

2. Tiba di Daerah Lokasi Bencana.

a. Mengadakan pertemuan awal dengan Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

1)    Memperkenalkan personil Tim.

2)    Menyampaikan maksud, tujuan dan tugas Tim untuk melaksanakan tugas di daerah bencana.

3)    Menghimpun informasi mutahir tentang kejadian bencana, korban, kerusakan, dampak bencana dan upaya yang telah dilakukan serta kebutuhan yang mendesak.

4)    Menyampaikan permintaan personil pendamping dari Kecamatan/desa.

b.  Membantu Kecamatan untuk :

1)    Mengaktivasi Posko kecamatan dengan melakukan kegiatan antara lain:

a)    Penyiapan tempat, alat komunikasi dan sarana pendukung lainnya.

b)    Penataan peta bencana, deskripsi bencana, data-data korban, pengungsi, sumber daya (stock, telah disalurkan dan masih tersedia), jadwal piket Posko, upaya yang telah dilakukan dan kebutuhan yang mendesak.

c)    Memberikan asistensi teknis bidang Posko dan arus informasi penanganan bencana.

d)    Ketua Tim menyerahkan bantuan dukungan BPBD untuk penguatan Posko.

2)    Menyelenggarakan rapat guna memperlancar koordinasi dengan seluruh sektor yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

a. Memberikan saran yang tepat untuk upaya penanganan darurat bencana

b.  Melaksanakan koordinasi dengan sektor terkait untuk melengkapi data / informasibencana (Format-3).

c. Menyempurnakan Rencana Aksi Tim (Format-2).

d. Melaksanakan pembagian tugas dalam Sub Tim sesuai kebutuhan.

e. Mengirimkan laporan awal (Format-4 dan 5) kepada Kepala BPBD dengan tembusan atasan  masing-masing anggota Tim melalui telepon/facsimile/ HP/sms/email.

3. Peninjauan Lapangan di Lokasi Bencana

a. Masing-masing Sub Tim melaksanakan peninjauan lapangan untuk melakukan :

1) Identifikasi terhadap cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintahan.

2)         Identifikasi kebutuhan yang mendesak untuk :

a)     Pencarian dan penyelamatan korban bencana dan evakuasi korban bencana (Format-7).

b)      Pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, sandang, air bersih/minum dan sanitasi, pelayanan kesehatan) (Format-8).

c)      Penampungan sementara (tenda, tikar, genset, MCK, dapur umum) (Format-9).

d)      Perlindungan terhadap kelompok rentan (balita, ibu hamil, lansia, cacat) (Format-10).

e)      Pemulihan darurat sarana dan prasarana, antara lain pembersihan puing/lumpur/tanah longsor, jalan/ jembatan/tanggul, fasilitas pelayanan kesehatan, transportasi, telekomunikasi dan energi (Format-11).

b.   TRC BPBD membantu melalui pola pendampingan Kecamatan dengan sektor terkait untuk melaksanakan rapat evaluasi dan tindak lanjut yang diselenggarakan pada sore hari untuk membahas :

1)      Hasil peninjauan di lapangan.

2)      Pelaksanaan harian penanganan darurat bencana.

3)      Perkembangan dampak bencana.

4)      Sumber daya yang masih tersedia, dukungan yang masih dalam perjalanan dan kebutuhan yang mendesak.

5)      Kendala/hambatan yang dihadapi dan upaya mengatasi.

6)      Analisa kebutuhan sampai dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana.

7)      Rencana kegiatan penanganan darurat bencana dan pengerahan sumber daya untuk hari berikutnya.

c.    Setelah selesai pelaksanaan rapat, TRC BPBD membantu Kecamatan untuk memberikan Press Release kepada mass media cetak/elektronika.

d.    Mengirimkan laporan Tim (Format 4 dan 6) tentang perkembangan bencana dan upaya yang telah dilakukan serta kebutuhan yang mendesak kepada Kepala BPBD dengan tembusan atasan langsung masing-masing bidang dan kecamatan..

4. Evaluasi

a.    Melanjutkan peninjauan lapangan pada daerah yang belum sempat ditinjau.

b.    TRC BPBD setiap sore hari membantu Kecamatan dan sektor terkait untuk melaksanakan rapat evaluasi dan tindak lanjut :

1)      Melanjutkan peninjauan lapangan.

2)      Pelaksanaan harian penanganan bencana.

3)      Perkembangan dampak bencana.

4)      Sumber daya yang masih tersedia, dukungan yang masih dalam perjalanan dan kebutuhan yang mendesak.

5)      Kendala yang dihadapi dan upaya mengatasi.

6)      Analisa kebutuhan sampai dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana.

7)      Rencana kegiatan penanganan bencana dan pengerahan sumber daya untuk hari berikutnya.

c. Setelah selesai pelaksanaan rapat, TRC BPBD membantu SATKORLAK PB/BPBDProvinsi atau SATLAK PB/BPBD Kab/Kota untuk memberikan Press Realesse kepada mass media cetak/elektronika.

d.    Mengirimkan laporan Tim (Format-4 dan 6) tentang perkembangan bencana dan upaya yang telah dilakukan serta kebutuhan yang mendesak kepada Kepala BPBD dengan tembusan atasan langsung masing-masing bidang dan kecamatan.

C.   Tahap Pengakhiran

1. Pengakhiran tugas TRC BPBD berdasarkan perintah dari Kepala BPBD.

2. Persiapan Meninggalkan Lokasi Bencana.

a.    Melaksanakan pengecekan kelengkapan peralatan Tim dan perlengkapan perorangan.

b.    Menyusun laporan lengkap pelaksanaan tugas TRC BPBD.

c.    Menyerahterimakan tugas dan dokumen pendukung bencana kepada kepala daerah.

d.    Menghadap camat untuk mohon pamit untuk meninggalkan daerah bencana kembali ketempat kerja, karena pelaksanaan tugas Tim telah selesai dan menyerahkan laporan sementara hasil pelaksanaan tugas Tim (Format-12).

e.    TRC BPBD meninggalkan daerah bencana dengan sarana transportasi yang telah ditentukan .

3. Tiba di BPBD

a.    Mengembalikan peralatan inventaris BPBD kepada BPBD.

b.    Menghadap Kepala BPBD Up. Kepala Pelaksana untuk laporan selesai melaksanakan tugas dan menyerahkan laporan pelaksanaan tugas Tim (Format-12).

c.    Menyerahkan bukti-bukti pertanggung jawaban administrasi keuangan kepada pejabat yang berwenang.

d.    Masing-masing anggota Tim dari sektor terkait membawa laporan pelaksanaan tugas Tim untuk disampaikan kepada atasan langsungnya.

 

BAB IV

PENUTUP

Demikian Prosedur Tetap TRC BPBD ini digunakan oleh personil TRC dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pengkajian secara cepat dan tepat, memperlancar koordinasi serta penyaluran bantuan sumberdaya guna penanganan darurat bencana.

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

KOTA SUNGAI PENUH

KEPALA PELAKSANA

ASMALDI, SE, MSi

                                                                                                                      Pembina tingkat. I

NIP. 19630904 199207 1 001

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: